Rabu, 03 Februari 2016

surat



                                                       Surat untuk bapak Jusuf kalla
 Yth.bapak wakil presiden
h.muh.jusuf kalla
Assalamu alaikum pak..
salam kenal..
       Sudah terasa satu tahun bapak telah menjabat sebagai wakil presiden RI,begitu banyak perubahan di Indonesia telah bapak lakukan bersama bapak Joko widodo,salah satu buktinya yaitu aku.aku adalah siswa SMA 11 UNGGULAN PINRANG,aku berada disana bukan karena uang tpi karena pendidikan yang aku dapatkan dari guru guru yang telah membimbing saya.Bukan hanya itu saja tapi berkat semangat dan kerja keras itu mendorong saya untuk melakukan revolusi.
     Mungkin surat ini tidak layak untuk bapak membacanya,karena masih banyak hal penting yang bapak ingin lakukan di luar sana ,tapi sebaiknya izinka saya pak !untuk mengeluarkan unek unek ini.saya mengira ini hal biasa untuk bapak karena ini hanya surat dari anak SMA ,akan tetapi percaya lah pak ,saya menginginka bapak membaca surat ini walaupun hanya goresan anak SMA yang begitu jauh dari habitat bapak.
     Sebelumnya saya ingin perkenalan diri .Nama saya Yuyi nur insani syaldi umur saya masih 15 tahun ,lahir8 april 2000 di cempa sebuah desa dari kota Kab.Pinrang .Nama orang tua saya H.Syamsualam kalla dan HJ.Masdalia, yang mempunyai propesi sebagai guru PNS.Ini juga suatu kebanggaan  mempunyai orang tua yang begitu paham terhadap pendidik anak,saya sangat menyayangi orang tua saya begitu kerasnya dia mendidik saya ,telah banyak perjuangan yang dia hembuskan untuk menyerang api yang ada di depan cayahanya itu,tetapi kata putus asa itu tidak akan ada dalam kalbunya dia terus mendorong diri agar api yang didepan nya hangus akan hembusan air yang dia buat selama dia kerja keras.
      Entah apa yang membuat saya sangat kagum dengan 2 malaikat di hidup saya.mungkin bapak juga pernah merasakan kesayangn dari malaikat bapak,kita tahu pak rasa sayang itu.tapi ketika rasa sayang itu telah lenyap bagaimana rasa nya pak?bagaimana pak saat kita masih beranjak merasa kan kasih sayang ,tapi kasih sayang itu telah tiada .apakah bapak tidak prihatin terhadapnya?apakah bapak hanya duduk terdiam melihat disekitar bapak.
      yah! mungkin saya tidak secara langsung mengatakan kepada bapak ,tapi cobalah prihatin didalam istana kita ini pak ,begitu banyak hembusan napas yang berada kesendirian tak ada yang mengkhawatirkan nya .lihat lah orang tua kita di luar sana yang habitatnya hanya tinggal di daratan yang penuh dengan goresan goresan ludah orang asing,tapi mengapa tidak ada yang mengasihinya tidak ada yang melindunginya padahal dia yang mempunyai begitu erat kasih sayang .
      Bukan hanya itu saja pak bukan hanya kasih sayang  untuk orang tua kita pak tapi juga kasih sayang kepada anak cucu bangsa kita pak..!bagaimana nasib anak bangsa kita sekarang ,apakah yakin bahwa anak bangsa kita sekarang  maju dan berkembang?tidak bapak…anak bangsa sekarang masih banyak yang tidak melanjutkan pendidikan dikarenakan biaya yang tidak cukup .mungkin bapak tidak menyadarinya,tapi coba lah tengok ke bawah bapak pedalaman pedalaman desa masih banyak tidak melanjutkan pendidikan ,bukan hanya pedalaman desa tapi sekitar pinggiran kota saja masih banyak anak anak yang tak berpendidikan.
     bapak Presiden yang saya hormati,Terkadang saya juga berpikir, apakah rakyat miskin di Indonesia tidak boleh menikmati pendidikan yang layak? Saya merasa miris ketika menonton acara televisi yang menayangkan bagaimana tidak layaknya tempat pembelajaran yang sering kita sebut sekolah. Bagunannya retak-retak, atapnya bolong-bolong, dan mungkin jika terkena angin saja bangunan itu akan roboh.

       Selain itu, saya juga pernah menonton bagaimana beratnya perjuangan para siswa di suatu daerah yang hanya untuk ke sekolahnya saja harus berjalan kaki berjam-jam. Ada juga yang harus menyeberangi sungai dengan arus deras dengan mempertaruhkan nyawa mereka demi bisa menggapai cita-citanya, mereka juga harus belajar menggunakan pakaian yang basah kuyup. (Saya yakin Bapak Presiden yang terhormat juga tahu akan hal itu kan.)Saya juga mengusulkan pak agar pendidikan di Indonesia tidak memandang bulu terutama pendidikan di sekolah-sekolah favorit di kota, yang selanjutnya berikan bantuan keuangan atau beasiswa bagi orang miskin kalau perlu digratiskan.

      Siapa tahu diantara anak-anak dari kalangan tidak mampu yang sekolah, akan ada orang yang mengharumkan nama negara kita ini. Siapa tahu diantara mereka akan lahir Bung Karno - Bung Karno muda yang mempunyai jiwa nasionalme, kecintaan yang tinggi terhadap negara Indonesia ini.

      Kita tahu negara kita pak? Negara kita ini negara yang besar, kita ini sebenarnya bangsa yang sangat ditakuti oleh bangsa lainnya apabila kita maju, musuh paling besar dan paling berat bagi negara dan bangsa kita ialah orang-orang kita sendiri yang tidak mau melihat negara ini maju. Sebenarnya banyak talenta-talenta yang ada pada warga negara Indonesia ini, jika pemerintah mau untuk menggali dan memberikan kesempatan. Maka saya yakin Indonesia akan menjadi macan Asia lagi atau mungkin malah macan dunia yang baru.
      Bukan hanya itu saja, Bapak harus bisa membabat habis korupsi yang sudah terlanjur menggerogoti negara ini demi kemajuan bangsa.Semoga kedepannya, dengan pemerintahan baru tidak ada lagi yang namanya kelas-kelas sosial dalam pendidikan, dan semoga orang-orang miskin yang ada di seluruh penjuru negeri ini dapat mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu. Semoga Indonesia yang kita cintai ini akan semakin maju dalam segala bidang, khususnya bidang pendidikan.
      Sekian dari saya pak semoga bapak prihatin terhadap bangsa kita ini pak,bila ada kata kata yang tidak berkenan di hati bapak saya sangat minta maaf pak.Semoga bapak tambah sukses,menambah kan prestasi prestasi yang membuat indonesia maju dan berkembang!sekian dan terimah kasih pak..
Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar